Evaluasi Percepatan dan Penurunan Stunting, Sosialisasi Integrasi Layanan Primer (ILP), dan waspada wabah Monkey Pox

Lokmin triwulan 3 Evaluasi Percepatan dan Penurunan Stunting, Sosialisasi Integrasi Layanan Primer (ILP), dan waspada wabah Monkey Pox

Lokmin triwulan 3 Evaluasi Percepatan dan Penurunan Stunting, Sosialisasi Integrasi Layanan Primer (ILP), dan waspada wabah Monkey Pox

Puskesmas Rawat Jalan Sungai Kunyit kembali melaksanakan kegiatan  Lokmin membahas Evaluasi Percepatan dan Penurunan Stunting, Sosialisasi Integrasi Layanan Primer (ILP), dan waspada wabah Monkey Pox di Aula Kantor Camat Sungai Kunyit pada hari Kamis, 19 September 2024.

Kegiatan kali ini dipimpin langsung oleh Camat Sungai Kunyit serta turut mengundang Kepala Desa, Kepala Dusun, Kader Posyandu Bayi balita, Kader KPM, dan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Pengendalian penduduk dan keluarga berencana, Kapolsek, Danramil, PL KB, dan KUA Kecamatan Sungai Kunyit.

Utin Nutrisionis Puskesmas Rawat Jalan Sungai Kunyit mengatakan, "Kunjungan Posyandu di 12 desa kecamatan Sungai Kunyit hanya sekitar 30% sedangkan target penimbangan dari nasional mencapai 85% sehingga terdapat kesenjangan sekitar 55% untuk mencapat target penimbangan balita setiap bulan. Kunjungan posyandu rata-rata di delapan desa binaan wilayah Puskesmas Sungai Kunyit sekitar 30,1 % sedangkan target seharusnya dari Dinkes Mempawah yaitu 90% dan target Nasional 85%. Prevalensi stunting tertinggi ada di desa Sungai Kunyit Hulu yaitu 11,9 % dimana target nasional dibawah 14 %. Data penimbangan sangat penting mengingat bahwa data rutin setiap bulan dan mendeteksi jika terdapat grafik pertumbuhan yang kurang/ tidak sesuai sehingga intervensi dini dapat segera dilakukan dan dapat mencegah stunting pada balita. Namun jika tidak dilakukan penimbangan dan intervensi secara rutin dapat meningkatkan resiko stunting pada balita karena intervensi yang dilakukan pun menjadi lebih lambat".  

Kemudian Kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi ILP, Bapak Heri Kartoni yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa Terdapat 6 pilar trasformasi penopang sistem kesehatan Indonesia. Tiga program utama penguatan upaya preventif di layanan primer yaitu imunisasi rutin, skrining penyakit prioritas dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Puskesmas Integrasi Layanan Primer nanti akan disertai dengan Pustu ILP dan juga Posyandu ILP yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat dan melayani seluruh siklus hidup serta mengedepankan skrining kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

untuk materi waspada wabah Monkey Pox, Bapak Eko Dian Septiawan petugas dari Dinas Kesehatan PP&KB Kabupaten Mempawah menyampaikan , Penyakit yang awalnya terdapat pada hewan namun pada 1970 menular dari hewan ke manusia. Penyakit ini awalnya terdapat pada monyet dan hewan pengerat.Virus kemudian mengalami mutasi dan dapat terjadi penularan dari manusia ke manusia.Awalnya penyakit ini endemis di Afrika dengan angka kematian sekitar 10 % namun pada 2022 penyakit ini menyebar ke seluruh dunia. Wabah monkey pox mulai menyebar ke seluruh dunia sejak tahun 2022 termasuk ke Indonesia. Jumlah kasus dari 2022 sampai 2024 yaitu sebanyak 88 kasus dengan sebagian besar kasus terdapat di pulau Jawa. Resiko penyakit cenderung rendah namun dapat menimbulkan penyakit cukup lama yaitu sekitar 2 -4 minggu. Upaya pencegah perlu dilakukan agar penyakit tidak masuk ke wilayah Kalimantan Barat.

Camat Sungai Kunyit selaku yang memimpin kegiatan menegaskan Untuk seluruh kepada desa dan kader diharapkan kerjasama nya untuk menuntaskan masalah penimbangan dan stunting sehingga angka stunting di wilayah Kecamatan Sungai Kunyit dapat diturunkan, serta segera membahas hasil kegiatan ini di wilayah kerja masing - masing.


#Kesehatan
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT